Wednesday, November 28, 2018

Bersyukur Dalam Segala Hal



Ada seorang pemuda bernama Alfa Simbawa yang mempunyai prinsip bahwa, seorang anak tidak boleh dibiasakan dengan uang apalagi dengan meminta-minta.

Suatu Suatu hari pemuda ini makan di salah satu rumahmakan di Wamena Kabupaten Jaya Wijaya . Sewaktu makan, ada seorang anak kecil bernama Daniel datang dan meminta uang kepadanya. Karena memiliki prinsip tersebut diatas, pemuda ini bertanya untuk apa uang tersebut?  Kemudian anak itu menjawab bahwa uang itu digunakan nya untuk membeli makanan karena dia sangat lapar.

Mendengar jawaban dari anak tersebut, dia menyuruh anak itu duduk dan makan bersama-sama dengan nya. Saat makanan tersebut datang, anak itu tidak lupa untuk mencuci tangan dan berdoa lalu menyantap dengan lahap makanan tersebut.

Tak lama kemudian, teman anak tersebut bernama Deddy datang menghampiri mereka dan meminta uang untuk membeli makanan juga, namun dengan prinsip yang dipegang teguh oleh pemuda tadi, dia menyuruh anak tersebut untuk makan bersama-sama dengan mereka. Dan lagi-lagi anak tersebut tidak lupa untuk mencuci tangan dan berdoa.

Ketika mereka makan bersama-sama, pemuda ini bertanya, “ adik-adik, kalian dari mana? “ lalu anak-anak tersebut menjawab bahwa mereka adalah anak dari daerah Tolikara namun telah tinggal di Wamena .

Kemudian pemuda itu juga bertanya, “ orangtua kalian dimana? “  lalu dengan polos anak ini menjawab bahwa orangtua nya telah tiada akibat dari perang suku di Tolikara. Dan mereka bertemu seseorang dan dibawa ke Wamena.

Setelah itu, pemuda itu bertanya lagi, “ kaka kalian tidak membuatkan makanan untuk kalian? “ dan mereka menjawab, bahwa kaka yang membawa mereka itu tidak tau memasak, dan tidak pernah membawakan mereka makanan. Yang memaksa mereka untuk setiap hari jalan keliling untuk meminta uang agar bisa makan.

Namun, seketika kedua anak tersebut berhenti makan dan tidak menghabiskan lauknya. Dengan heran, pemuda itu bertanya, “ kenapa makanan nya tidak dihabiskan? Untuk makan nanti malam yaa? “ namun mereka menjawab tidak, namun makanan sisa tersebut untuk teman-teman mereka yang belum makan.

Pemuda ini berencana untuk bertemu dengan teman-teman dari Daniel dan Deddy namun, tidak kunjung berjumpa. Oleh karena itu, pemuda ini membelikan mereka makanan tambahan untuk mereka makan malam nanti.

Mereka saja yang sudah tidak punya orangtua, jalan kesana-kemari meminta-minta untuk mencari uang supaya bisa makan masih mengingat dan mengucap syukur dalam doa nya, berbagi dalam kekurangan dengan teman-teman mereka dan tetap tersenyum.

Apakabar dengan kita? Sebagai orang yang masih punya keluarga lengkap, masih bisa makan, tidak perlu capekberjalan kesana-kemari untuk meminta-minta yang masih lebih baik kehidupannya daripada mereka. Apakah kita masih sering mengeluh? Ah capek Tuhan. Ah kok begini Tuhan? Kenapa harus aku yang susah Tuhan? Dan masih banyak lagi.

Seringkali, kita sulit bersyukur. Bersyukur atas semua berkat yang sudah Tuhan kasih dalam kehidupan kita, bersyukur atas semua yang kita miliki dan dapatkan. Melalui kesaksian ini, kita diajarkan untuk lebih bersyukur. Bersyukur atas semua hal yang kita alami dan dapatkan. Bahkan, ketika hal itu adalah hal sulit dalam kehidupan kita. Dan satu lagi, Tetap setia kepada Tuhan, sebab Dia selalu menyertai dan memberkati kita.



Sumber : Alfa Simbawa


6 comments:

Hari Paling Bahagia Oleh: Jessica Kalvaria Pendar lampu kecil-kecil tampak beradu jadi satu Bertautan erat berlomba memancarkan cahay...