Ada seorang pemuda bernama Alfa Simbawa yang mempunyai prinsip bahwa, seorang anak tidak boleh dibiasakan dengan uang apalagi dengan meminta-minta.
Suatu Suatu hari pemuda
ini makan di salah satu rumahmakan di Wamena Kabupaten Jaya Wijaya . Sewaktu
makan, ada seorang anak kecil bernama Daniel datang dan meminta uang kepadanya.
Karena memiliki prinsip tersebut diatas, pemuda ini bertanya untuk apa uang
tersebut? Kemudian anak itu menjawab bahwa uang itu digunakan nya
untuk membeli makanan karena dia sangat lapar.
Mendengar jawaban dari
anak tersebut, dia menyuruh anak itu duduk dan makan bersama-sama dengan nya.
Saat makanan tersebut datang, anak itu tidak lupa untuk mencuci tangan dan
berdoa lalu menyantap dengan lahap makanan tersebut.
Tak lama kemudian, teman
anak tersebut bernama Deddy datang menghampiri mereka dan meminta uang untuk
membeli makanan juga, namun dengan prinsip yang dipegang teguh oleh pemuda
tadi, dia menyuruh anak tersebut untuk makan bersama-sama dengan mereka. Dan
lagi-lagi anak tersebut tidak lupa untuk mencuci tangan dan berdoa.
Ketika mereka makan
bersama-sama, pemuda ini bertanya, “ adik-adik, kalian dari mana? “ lalu
anak-anak tersebut menjawab bahwa mereka adalah anak dari daerah Tolikara namun
telah tinggal di Wamena .
Kemudian pemuda itu juga
bertanya, “ orangtua kalian dimana? “ lalu dengan polos anak ini
menjawab bahwa orangtua nya telah tiada akibat dari perang suku di Tolikara.
Dan mereka bertemu seseorang dan dibawa ke Wamena.
Setelah itu, pemuda itu
bertanya lagi, “ kaka kalian tidak membuatkan makanan untuk kalian? “ dan
mereka menjawab, bahwa kaka yang membawa mereka itu tidak tau memasak, dan
tidak pernah membawakan mereka makanan. Yang memaksa mereka untuk setiap hari
jalan keliling untuk meminta uang agar bisa makan.
Namun, seketika kedua
anak tersebut berhenti makan dan tidak menghabiskan lauknya. Dengan heran,
pemuda itu bertanya, “ kenapa makanan nya tidak dihabiskan? Untuk makan nanti
malam yaa? “ namun mereka menjawab tidak, namun makanan sisa tersebut untuk
teman-teman mereka yang belum makan.
Pemuda ini berencana
untuk bertemu dengan teman-teman dari Daniel dan Deddy namun, tidak kunjung
berjumpa. Oleh karena itu, pemuda ini membelikan mereka makanan tambahan untuk
mereka makan malam nanti.
Mereka saja yang sudah
tidak punya orangtua, jalan kesana-kemari meminta-minta untuk mencari uang
supaya bisa makan masih mengingat dan mengucap syukur dalam doa nya, berbagi
dalam kekurangan dengan teman-teman mereka dan tetap tersenyum.
Apakabar dengan kita?
Sebagai orang yang masih punya keluarga lengkap, masih bisa makan, tidak perlu
capekberjalan kesana-kemari untuk meminta-minta yang masih lebih baik
kehidupannya daripada mereka. Apakah kita masih sering mengeluh? Ah capek
Tuhan. Ah kok begini Tuhan? Kenapa harus aku yang susah Tuhan? Dan masih banyak
lagi.
Seringkali, kita sulit
bersyukur. Bersyukur atas semua berkat yang sudah Tuhan kasih dalam kehidupan
kita, bersyukur atas semua yang kita miliki dan dapatkan. Melalui kesaksian
ini, kita diajarkan untuk lebih bersyukur. Bersyukur atas semua hal yang kita
alami dan dapatkan. Bahkan, ketika hal itu adalah hal sulit dalam kehidupan
kita. Dan satu lagi, Tetap setia kepada Tuhan, sebab Dia selalu menyertai dan
memberkati kita.
Sumber : Alfa Simbawa
Puji TUHAN. Luar biasa!
ReplyDeleteLumayan memotivasi
ReplyDeletePuji Tuhan dahsyat nya renungan ini
ReplyDeletePiwiittttt
ReplyDeleteSemoga bisa jadi berkat.
ReplyDeleteSelalu tertarik baca nya 🖤 unch
ReplyDelete