Monday, December 10, 2018


Hari Paling Bahagia
Oleh: Jessica Kalvaria
Pendar lampu kecil-kecil tampak beradu jadi satu
Bertautan erat berlomba memancarkan cahaya
Pohon Natal yang sama dengan tahun-tahun lalu
Mengingatkan sang Juru Selamat telah tiba
Bersama sukacita yang lebih mendalam
Pada sebuah kisah gembira, aku tenggelam
Kepada Anak Manusia yang pernah mendiam
Ditunjukkan oleh bintang malam
Yesus, akhirnya Kau datang jua
Kabar lahir-Mu membawa bahagia di dunia
Katanya, kelahiran-Mu sangat sederhana
Tetapi membawa sukacita luar biasa
Bagi yang mau percaya, Dia datang untuk-Mu
Untuk setiap dosamu dan dosaku
Datanglah pada-Nya, jangan hanya duduk terpaku
Yesus lahir untuk menerimamu
Natal adalah hari paling bahagia di dunia
Gema sukacita pasti mengudara
Hidupkan sukacita di setiap lampu kecil yang menyala
Sambutlah Dia!

Friday, November 30, 2018

Setia dalam Doa, Kisah Anak kelas 4 SD



JESUS AND ME



Ada seorang anak kecil kelas 4 SD yang selalu mengucap syukur dalam keadaan apapun. Ia tinggal di suatu desa Milaor, Camarines Sur,di Negara Filipina. Setiap hari untuk sampai ke sekolahnya ia harus berjalan kaki melintasi daerah yang tanahnya berbatu dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya dimana banyak kendaraan yang melaju kencang.

Setiap kali berhasil menyeberangi jalan raya tersebut, Andoy selalu mampir sebentar ke Gereja untuk berdoa. Tindakannya ini diamati oleh Pdt. Agaton. Karena merasa terharu dengan sikap Andoy yang lugu dan beriman tersebut. Suatu hari ketika Andoy hendak masuk ke Gereja Pdt. Agaton menyapanya.

Bpk. Pdt : "Selamat pagi Andoy, apa kabarmu? Apakah kamu akan ke sekolah?"

Andoy : "Ya, Bapa Pendeta!" balas Andoy sambil tersenyum.

Bpk.Pdt : "Mulai sekarang saya akan membantu dan menemani kamu menyeberangi jalan raya tersebut setiap kali kamu akan menyeberang.

Andoy : Terima kasih, Bapa Pendeta."

Bpk. Pdt : "sekarang apa yang akan kamu lakukan?"

Andoy : "Aku hanya ingin menyapa Tuhan Yesus... sahabatku."

Lalu Pendeta itu segera meninggalkan Andoy untuk melewatkan waktunya bersama Tuhan, tapi kemudian Pdt. Agaton bersembunyi dibalik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andoy.

Andoy mulai berbicara kepada Sahabatnya

Andoy : "Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun teman2ku yang lain melakukannya. Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan hanyalah kue ini.Terima kasih buat kue ini Tuhan!. aku tadi melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya.. lucunya, aku nggak begitu lapar. Lihat, ini sepatuku yang terakhir..mungkin minggu depan aku harus berjalan tanpa sepatu. Engkau tahu Tuhan sepatu ini akan rusak, tapi tak mengapa..yang terpenting aku tetap dapat pergi ke sekolah.

TuhanKu kata orang-orang kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, karena itu beberapa temanku sudah berhenti sekolah. tolong bantu mereka supaya bisa sekolah lagi.

Oh ya, Engkau tahu Ibu memukulku lagi. Sakit sekali, tetapi aku bersyukur karena masih memiliki seorang ibu. Dan rasa sakit ini pasti akan hilang. Lihatlah lukaku ini Tuhan ??? Aku tahu Engkau mampu menyembuhkannya, disini bekas lukanya (Andoy memegang bekas lukanya) Tolong jangan marahi Ibuku ya..??? memang dia sedang lelah dan kuatir memikirkan kebutuhan makanan juga biaya sekolahku .. Itulah mengapa dia memukulku.

Oh ya..Tuhan. aku rasa aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang cantik dikelasku, menurutMu apakah dia akan menyukaiku?

Ah..bagaimanapun juga aku tahu bahwa Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak perlu menjadi siapapun untuk menyenangkan hatiMu. Engkau adalah sahabatku.

Hei.. Tuhan temanku, ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira? Tunggu saja aku punya hadiah untukMu. tapi ini kejutan dan Aku harap Engkau menyukainya.Ooops aku harus pergi sekarang. Selamat siang"

Kemudian Andoy segera berlari keluar dan memanggil Pendeta Agaton.

Andoy : "Pak Pendeta..pa Pendeta..aku sudah selesai berbicara dengan Sahabatku, Tuhan Yesus, skarang anda bisa menemaniku menyeberang jalan!

Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari, Andoy tidak pernah absen sekalipun.

Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari Minggu karena dia belum pernah melihat iman dan kepercayaan yang murni kepada Allah dan bersyukur saat situasi yang sulit terjadi seperti yang dimiliki Andoy.

Saat hari Natal tiba, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga dia tidak bisa memimpin gereja dan dirawat di rumah sakit. Pengelolaan Gereja diserahkan kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum, mereka selalu menyalahkan segala sesuatu yang diperbuat orang lain.

Hari itu tgl. 25 Desember ketika 4 wanita tua tadi sedang berada di gereja tiba-tiba masuklah Andoy dan hendak menyapa Sahabatnya.

Andoy: "Halo Tuhan..Aku ...'
4 Wanita : "Kurang ajar kamu bocah !!! Apakah matamu tidak melihat kami sedang berdoa ??!!! Keluar.!!!"

Andoy begitu terkejut, karena tidak pernah ia diusir oleh Pdt.Agaton.

Andoy: "Dimana Bapa Pendeta? Dia seharusnya membantuku menyeberangi jalan raya.. dia selalu menyuruhku mampir lewat pintu belakang Gereja. tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Sahabatku, hari ini adalah hari ulang tahunNya, aku punya hadiah untukNya ."
Ketika Andoy hendak mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari keempat wanita itu menarik kerah bajunya dan mendorongnya keluar. Andoy sedih, bigung dan setelah berpikir sebentar ia tidak mempunyai pilihan lain kecuali sendirian menyeberangi jalan raya tersebut.

Di situ ada sebuah tikungan yang tidak terlihat pandangan, sebuah bus melaju dengan kencang dan Andoy mulai menyeberang sambil melindungi hadiah tadi di dalam bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus tadi. Tiba-tiba brakkk ... (terdengar bunyi gaduh dan bus tadi berhenti mendadak) Apa yang terjadi? ternyata karena tidak bisa menghindari bus besar tadi Andoy tertabrak dan tewas seketika. Orang-orang disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh Andoy yang sudah tak bernyawa.

Sedih...Saat itu entah darimana munculnya tiba-tiba datang seorang pria berjubah putih dengan wajah yang lembut namun penuh dengan air mata, ia memeluk tubuh Andoy dan menangis.

Orang-orangpun heran, mereka penasaran lalu bertanya;

Orang-orang : " Maaf Tuan, apakah anda keluarga bocah malang ini ? Apakah anda mengenalnya ?"

Dengan hati yang berduka ia segera berdiri dan berkata : "Anak ini namanya Andoy, Dia adalah sahabatku."

Lalu diambilnya bungkusan hadiah dari dalam baju Andoy dan menaruh didadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh Andoy. Kerumunan orang tersebut semakin penasaran...

Malam itu, Pendeta Agaton menerima berita yang sungguh mengejutkan. Dia berkunjung ke rumah Andoy. Ketika Pdt. Agaton bertemu dengan orangtua Andoy ia bertanya; "Bagaimana anda mengetahui putera anda meninggal ?" Ibu Andoy menjawab sambil menghapus airmatanya: "Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari." Pdt. Agaton bertanya lagi: "Apa katanya ?"

"Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya namun dia terlihat sedih, sepertinya Dia mengenal Andoy dengan baik. Tetapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan mengenai dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut. Dia membelai rambut Andoy dan mencium keningnya kemudian Dia membisikkan sesuatu" Jawab ayah Andoy.

Pdt.Agaton ; "Apa yang dikatakannya ?"

Ayah Andoy menjawab; " Dia berkata Terima kasih buat kadonya. Aku akan segera berjumpa denganmu.engkau akan bersamaku." Dan sang Ayah melanjutkan, "Anda tahu kemudian. semuanya itu terasa begitu indah.. aku menangis karena bahagia .. aku tidak dapat menjelaskannya, ketika Dia meninggalkan kami ada suatu kedamaian yang memenuhi hati kami, Aku tahu puteraku sudah berada di Surga sekarang. Tapi Pak Pendeta tolonglah katakan siapakah Pria ini yang selalu bicara dengan puteraku setiap hari di Gerejamu? anda pasti mengenalnya karena anda selalu berada disana setiap hari, kecuali hari ini saat puteraku meninggal¡¨

Tiba-tiba air mata Pendeta Agaton menetes dipipinya, dengan lutut gemetar Pdt. Agaton berbisik, "Dia tidak berbicara dengan siapa-siapa.. kecuali dengan Tuhan Yesus."

Tahukah anda dimana Andoy berada sekarang? Ya ia berada di sorga bersama Tuhan Yesus. Inginkah kita sekalian juga ... berada di sorga nanti ? Ya kita semua menginginkannya.

Andoy memiliki hati yang selalu bersyukur. Walaupun situasi hidup yang dialaminya sulit tetapi ia selalu bergembira karena ia tahu Tuhan Yesus sahabatnya selalu mengasihi dia. Melalui peristiwa tabrakan tadi Tuhan Yesus datang menjemputnya ke sorga

silahkan di bagikan cerita ini untuk mengingatkan atau menyadarkan kita harus selalu bersyukur

Wednesday, November 28, 2018

Bersyukur Dalam Segala Hal



Ada seorang pemuda bernama Alfa Simbawa yang mempunyai prinsip bahwa, seorang anak tidak boleh dibiasakan dengan uang apalagi dengan meminta-minta.

Suatu Suatu hari pemuda ini makan di salah satu rumahmakan di Wamena Kabupaten Jaya Wijaya . Sewaktu makan, ada seorang anak kecil bernama Daniel datang dan meminta uang kepadanya. Karena memiliki prinsip tersebut diatas, pemuda ini bertanya untuk apa uang tersebut?  Kemudian anak itu menjawab bahwa uang itu digunakan nya untuk membeli makanan karena dia sangat lapar.

Mendengar jawaban dari anak tersebut, dia menyuruh anak itu duduk dan makan bersama-sama dengan nya. Saat makanan tersebut datang, anak itu tidak lupa untuk mencuci tangan dan berdoa lalu menyantap dengan lahap makanan tersebut.

Tak lama kemudian, teman anak tersebut bernama Deddy datang menghampiri mereka dan meminta uang untuk membeli makanan juga, namun dengan prinsip yang dipegang teguh oleh pemuda tadi, dia menyuruh anak tersebut untuk makan bersama-sama dengan mereka. Dan lagi-lagi anak tersebut tidak lupa untuk mencuci tangan dan berdoa.

Ketika mereka makan bersama-sama, pemuda ini bertanya, “ adik-adik, kalian dari mana? “ lalu anak-anak tersebut menjawab bahwa mereka adalah anak dari daerah Tolikara namun telah tinggal di Wamena .

Kemudian pemuda itu juga bertanya, “ orangtua kalian dimana? “  lalu dengan polos anak ini menjawab bahwa orangtua nya telah tiada akibat dari perang suku di Tolikara. Dan mereka bertemu seseorang dan dibawa ke Wamena.

Setelah itu, pemuda itu bertanya lagi, “ kaka kalian tidak membuatkan makanan untuk kalian? “ dan mereka menjawab, bahwa kaka yang membawa mereka itu tidak tau memasak, dan tidak pernah membawakan mereka makanan. Yang memaksa mereka untuk setiap hari jalan keliling untuk meminta uang agar bisa makan.

Namun, seketika kedua anak tersebut berhenti makan dan tidak menghabiskan lauknya. Dengan heran, pemuda itu bertanya, “ kenapa makanan nya tidak dihabiskan? Untuk makan nanti malam yaa? “ namun mereka menjawab tidak, namun makanan sisa tersebut untuk teman-teman mereka yang belum makan.

Pemuda ini berencana untuk bertemu dengan teman-teman dari Daniel dan Deddy namun, tidak kunjung berjumpa. Oleh karena itu, pemuda ini membelikan mereka makanan tambahan untuk mereka makan malam nanti.

Mereka saja yang sudah tidak punya orangtua, jalan kesana-kemari meminta-minta untuk mencari uang supaya bisa makan masih mengingat dan mengucap syukur dalam doa nya, berbagi dalam kekurangan dengan teman-teman mereka dan tetap tersenyum.

Apakabar dengan kita? Sebagai orang yang masih punya keluarga lengkap, masih bisa makan, tidak perlu capekberjalan kesana-kemari untuk meminta-minta yang masih lebih baik kehidupannya daripada mereka. Apakah kita masih sering mengeluh? Ah capek Tuhan. Ah kok begini Tuhan? Kenapa harus aku yang susah Tuhan? Dan masih banyak lagi.

Seringkali, kita sulit bersyukur. Bersyukur atas semua berkat yang sudah Tuhan kasih dalam kehidupan kita, bersyukur atas semua yang kita miliki dan dapatkan. Melalui kesaksian ini, kita diajarkan untuk lebih bersyukur. Bersyukur atas semua hal yang kita alami dan dapatkan. Bahkan, ketika hal itu adalah hal sulit dalam kehidupan kita. Dan satu lagi, Tetap setia kepada Tuhan, sebab Dia selalu menyertai dan memberkati kita.



Sumber : Alfa Simbawa


Sunday, November 25, 2018

Kata Yang Tepat Pada Waktu Yang Tepat.



YEREMIA 1:9

“Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: "Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku kedalam mulutmu.”

Pada tahun 1975 seorang petani Indiana, Amerika Serikat (AS) bernama Frosty Hofmann didiagnosis dokter mengalami sakit ginjal yang parah.

Usinya ketika itu baru 35 tahun, tetapi karena penyakitnya begitu parah ia pun harus merelakan diri menjalani perawatan dialysis. Dengan dibantu istrinya, Jane, ia melakukan perawatan dialysis di rumah mereka selama 2 ½ tahun.

Pada tahun 1978, saudara laki-laki dari Frosty memberinya karunia hidup, yakni sumbangan sebuah ginjal. Ia pun akhirnya bisa tinggal di dunia ini selama kurang lebih 25 tahun dan menjadi pasien transplantasi ginjal yang hidup terpanjang di AS. Ia wafat pada tahun 2002.

Selama 15 tahun terakhir, Frosty menjalani profesi baru yakni sebagai artis panggung. Bersama sang istri, mereka berdua berkeliling negeri menghibur lebih dari 1400 penonton. Dan dalam cerita yang mereka mainkan selalu berisi pesan-pesan mengenai patriotisme.

Jane dan Frosty memiliki aturan tidak tertulis selama di panggung, yakni mereka tidak boleh mengatakan masalah kesehatan yang mereka alami kepada para penonton. "Kami tidak ingin memanfaatkan atau membuat orang merasa kasihan pada kami," kata Jane. "Tapi hanya satu kali saya melanggar aturan, yakni saat membuat komentar tentang transplantasi ginjal yang dilakukan Frosty. Itu benar-benar bukan sesuatu yang saya rencanakan sebelumnya."

Pada akhir aksi panggung mereka, seorang wanita tua berjalan ke bagian depan panggung. Ia berkata, "cucu saya mengalami masalah ginjal dan mungkin harus memiliki transplantasi ginjal. Saya harus tahu semua detail tentang pengalaman Anda."

Jane mengungkapkan bahwa wanita tua tersebut terlihat sangat ingin mendengar apa yang suaminya Frosty alami. Tanpa berpikir dua kali, ia pun menceritakannya.

"Ini sangat jelas," tambahnya, "bahwa Tuhan membimbing saya untuk mengucapkan kata-kata tepat kepada wanita tua itu sehingga kami bisa menjadi sumber informasi, kenyamanan, dan semangat kepadanya."

Bukankah menakjubkan bagaimana Tuhan menggunakan seseorang berbicara persis seperti yang Dia ingin katakan kepada orang lain dalam waktu yang tepat juga? Alkitab mengkonfirmasi hal ini lewat perkataan Allah kepada Nabi Yeremia: “Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: "Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu” (29:7). Ketika Anda hendak menjalani hari ini, berdoalah sebelumnya kepada Allah. Mintalah kepada-Nya untuk meletakkan kata-kataNya ke dalam mulut Anda. 

Anda mungkin tidak akan pernah tahu kapan Dia akan memakai kata-kataNya tersebut, tetapi yakinlah Dia memiliki waktu yang tepat untuk menggunakannya dalam kehidupan Anda.

Kata-kata membangun bisa berubah menjadi negatif di telinga seseorang bila Anda mengucapkannya pada waktu yang tidak pas.

Sumber: Artikel Devotional cbn.com ‘God Can Give You the Right Words’ oleh Diane Persons


Wednesday, October 31, 2018

Perkenalan

Foto awak. wkwkw



Shalom!

Yes gaes. Apa kabar?

Dahsyat dong yaa. Luarbiasa juga pastinya.

Ada pepatah mengatakan, tak kenal maka tak sayang. kalau sudah kenal, yok mari sayang-sayangan!
hahaha. kidding kok kidding. sebelum kita masuk ke postingan postingan yang akan memberkati saudara dan saya, maka sebelum nya kita kenalan dulu yaks. hehhe

Nama saya, Frandica Panjaitan. Saya umur 20 tahun. tanggal 9 oktober kemarin aku ulangtaun. cie ultah. wkwkwk. maafkan hamba.

Oo ia, saya lahir di medan, 9 oktober 1998, saya seorang mahasiswa di salah satu PTN di medan. Saya orang batak. sungguh! saya benar-benar orang batak.
( disini saya dikira orang nias ataupun orang cina. padahal saya asli batak )

Dan saya lahir dari keluarga berada. Eaakkk!!! wkwkwkwk. yaps bener! saya lahir dari keluarga ber ada. ada mamsky, dan ada papsky juga. wkwwk. sok gaul banget aku. Hahah.

Saya punya 1 adik dan 1 kaka, trus 2 abg. but, abg ku 1 baru meninggal. jadi tinggal 1 lagi. kan jadi sedih. Hahaha

Okela, mungkin itu aja sekedar pernkenalan kita. nanti jatuh cinta pulak kelen. wkwkwk ( pede banget aku. wkwwk ) eitz... bentar-bentar ig ku juga ada kok. follow yahh heheh
Ig: frandicapanjaitan itu yaa teman-teman. don't forget to follow. please don't forget. wkwkwk.

Oo iya, aku juga ganteng kok. ganteng banget malah. manis lagi. wkwkkw. yaa jelas laa yakan man-teman. namanya juga ciptaan Tuhan. Hahaha

mungkin itu aja sekedar perkenalan dan sedikit pengantar buat kita yaa man-teman. kalo ada yang mau ditanya, bisa di DM di instagram saya, atau bisa di comment langsung di kolom komentar. atau mau bagi-bagi berkat juga? yuk silahkan dm dan follow ig akun rohani kita " Aku diberkati " mau konseling serta sharing juga bisa kok. supaya kita sama-sama menjadi berkat bagi sekeliling kita.
mungkin itu aja,


Shalom gaess!!!




LOVE YOU





Ig ku hehe


Hari Paling Bahagia Oleh: Jessica Kalvaria Pendar lampu kecil-kecil tampak beradu jadi satu Bertautan erat berlomba memancarkan cahay...